Manajemen dan Organisasi
Pengantar Bisnis
Nama : Taufika Aristya Putri
NPM : 2A214680
Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi
PTA 2016/2017
I.
MANAJEMEN
1.1
Pengertian dan Peranan Manajemen
Secara universal manajemen diartikan sebagai penggunaan
sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam
berbagai kegiatan organisasi profit maupun non profit. Sedangkan istilah
manajemen menurut para ahli sebagai berikut:
-
Menurut
Manullang
Adalah
seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan
terhadap sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
-
Menurut
John. D. Millet
Berpendapat
dalam bukunya yang berjudul Management
in the public service bahwa pengertian manajemen adalah proses dalam
memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna
mencapai tujuan.
-
Menurut
Harold Koontz dan Cyrill O' Donnel
Dalam
bukunya The Principles of Management yang
mendefinisikan pengertian manajemen bahwa manajemen adalah cara untuk mencapai
tujuan tertentu melalui kegiatan yang lain.
-
Menurut
Henry Fayol
Dalam
bukunya General Industrial Management bahwa manajemen adalah proses
tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan sumber daya manusia dan menggandakan pengendalian dalam rangka
mencapai tujuan.
Setiap perusahaan memiliki manajemen
yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak
peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga
diperlukan orang-orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut. Berikut
ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1.
Peran
Interpersonal
Adalah
hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi;
-
Figurehead
/ Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
-
Leader
/ Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan
serta mengatasi permasalahan yang muncul.
-
Liaison
/ Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
2.
Peran
Informasi
Adalah
peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam
maupun luar organisasi, meliputi ;
- Monitor
/ Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian
atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
- Disseminator
/ Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam
organisasi.
-
Spokeperson
/ Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
3.
Peran
Pengambil Keputusan
Adalah
peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang
dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;
- Entrepreneur
/ Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk
meningkatkan kinerja unit kerja.
- Disturbance
Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik
dari setiap persoalan yang timbul.
- Resource
Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber
daya serta besar sumber dayanya.
- Negotiator
/ Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk
kepentingan unit kerja atau perusahaan.
1.2
Latar Belakang Sejarah Manajemen
Mempelajari sejarah manajemen di anggap sangat penting karena
hal ini membantukita memahami asal-usul berbagai praktik manajemen yang ada di
masa kini dan membantu kita mengetahui pendekatan mana yang berhasil dan
pendekatan mana yang tidak berhasil.
Beberapa bukti telah dijalankannya praktik
manajemen dimasa lampau, diantaranya adanya bangunan-banguna piramida di Mesir
dan Tembok Raksasa di Cina. Dan contoh lainnya adalah manajemen yang dapat
di jumpai pada era 1400-an di kota Venesia, italia, yang pada masa
itu merupakan sebuah pusat perdagangan dan perdangan di benua Eropa.
Terdapat dua kejadian yang patut mendapat perhatian khusus
dalam sejarah manajemen. Kejadian penting pertama, pada tahun 1776, Adam Smith
menerbitkan bukunya yang berjudul The
Wealth of Nations, di mana dalam bukunya ia menggagas manfaat yang dapat
diperoleh organisasi dan masyarakat pada umumnya dari penerapan pembagian kerja ( Divison of Labor ). Kejadian
penting kedua adalag revolusi industri. Dimulai pada akhir abad ke-18, ketika
tenaga mesin telah banyak menggeser peran tenaga manusia, yang menjadikan lebih
ekonomis untuk memproduksi (memanufaktur) barang di pabrik-pabrik ketimbang di
rumah-rumah.
1.3
Fungsi dan Proses Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu
ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh
manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen
pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry
Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen,
yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun
saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
1.
Perencanaan
(planning)
Adalah memikirkan apa yang akan
dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan
tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan
itu. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena
tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tidak dapat berjalan.
2.
Pengorganisasian
(organizing)
Dilakukan dengan tujuan membagi suatu
kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian
mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang
dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus
dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan,
siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan
harus diambil.
3.
Pengarahan
(directing)
Adalah suatu tindakan untuk
mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai
dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating
artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau
penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki
secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
4.
Pengevaluasian
(evaluating)
Adalah proses pengawasan dan
pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk
menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya
sebelum masalah itu menjadi semakin besar.
Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar
yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara
umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan
proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara efektif dan
efisien.
-
Proses
perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi
seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu
apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
- Proses
pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan
sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju
sasaran bersama.
- Proses
pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi
kerja, serta pemecahan masalah.
- Proses
pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan
inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas
dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.
Pekerjaan manajemen dalam kenyataannya tidak sesederhana
mengucapkan daftar kata "perencanaan", "pengorganisasian",
"pelaksanaan" dan "pengendalian" seperti mantera. Tetapi
keempat kata itu mewakili rumpun kegiatan yang kompleks menurut bidang kegiatan
lembaga yang dimanajemeni sebagai kategorisasi pemikiran. Proses manajemen itu
ditanamkan karena sederhana dan gampang dipahami pada para peserta gugus-mutu,
dalam rangka memanajameni pekerjaan mereka masing-masing.
1.4
Ciri-Ciri Manajer Professional
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri manajer atau pimpinan
suatu organisasi yang dengan cara berfikirnya professional:
- Selalu
bekerja keras untuk memenangkan rasa hormat dari anak buahnya.
- Menghargai
anak buahnya secara sejajar, dan mencoba untuk memahami mereka sebagai
individu.
- Menyadari
bahwa hubungan dengan anak buahnya harus dalam bentuk hubungan yan memuaskan
bagi kedua belah pihak dalam hal pekerjaan.
- Mendorong
anak buahnya untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak buahnya. Dia
merasa bahagia bila nak buahnya berhasil.
- Mendelegasikan
pekerjaan dengan tepat agar supaya tujuan-tujuan perusahaan dapat tercapai
secara objektif dan seefisien mungkin.
- Menghargai
hasil pekerjaan yang baik anak buahnya. Manager tersebut akan mengoreksi anak
buahnya dengan cara yang profesional ketika mereka tidak menampilkan kerja yang
kurang baik atau kurang disiplin.
-
Percaya
kepada anak buahnya mampu memberi andil untk kesuksesan perusahaannya.
1.5
Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Untuk dapat meraih apa yang menjadi tujuan
perusahaan/organisasi, seorang manajer harus mampu merencanakan, mengatur, dan
mengendalikan sumber daya yang ada, termasuk sumber daya manusia. Sehingga
penting bagi seorang manajer untuk memiliki skill dan kualitas yang menuntut
agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Beberapa skil yang harus dimiliki
oleh seorang manajer adalah :
-
Ketrampilan
konseptual
Hal
ini terkait dengan kemampuan dalam membuat konsep, ide dan menyampaikan gagasan
untuk kemajuan perusahaan. Ide-ide tersebut dituangkan dalam rencana kegiatan
atau sering disebut rencana kerja.
-
Ketrampilan
komunikasi
Seorang
manajer harus mampu berinteraksi dengan baik dengan banyak orang. Saat
berkomunikasi dengan bawahan, maka dia harus dapat berkomunikasi secara
persuasif dan bersahabat. Ketika berkomunikasi dengan rekan kerja harus saling
menghormati dan saat berkomunikasi dengan jajaran manajemen dan konsumen, dia
harus dapat melayaninya dengan baik.
-
Ketrampilan
teknis
Memiliki
kemampuan dalam bidang informasi teknologi atau bidang lainnya merupakan
keunggulan atau nilai lebih bagi seorang manajer. Memiliki ketrampilan teknis
merupakan bekal yang harus dimiliki oleh seorang manajer, sehingga dia tidak
hanya memahami konsep, namun juga dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi.
-
Ketrampilan
manajemen waktu
Seorang
manajer harus mampu mengalokasikan waktu untuk mendapatkan hasil yang optiomal.
Kemampuan ini akan diuji pada saat menyusun rencana sebuah project, dimana
tidak hanya masalah manajemen waktu saja yang harus diperhatikan, tapi juga
membuat skala prioritas.
-
Ketrampilan
membuat keputusan
Mengambil
keputusan hendaklah tidak dilakukan dengan terburu-buru, namun seringkali
manajer harus mengambil keputusan dengan cepat di saat yang mendesak.
-
Ketrampilan
kepemimpinan
Manajer
harus benar-benar menjadi seorang pemimpin dan tidak mengindahkan hal-hal yang
tidak perlu. Manajer yang tangguh akan mendorong terciptanya trust di
lingkungan kerjanya dan menciptakan teamwork yang solid.
II.
ORGANISASI
2.1
Definisi Organisasi
Secara umum pengertian Organisasi adalah suatu kelompok
orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama. Secara luas pengertian organisasi
adalah sebagai tempat atau wadah untuk orang berkumpul dan berkerja sama secara
rasional dan sistematis, terencana, terpimpin, dan terkendali, dalam
memanfaatkan sumber daya baik uang, metode, material, dan lingkungan, dan
sarana-prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisen dan
efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Ditinjau dari pengertian organisasi yang beragam seperti
pengertian organisasi secara umum dan luas, para ahli juga mengemukakan
pendapatnya mengenai pengertian organisasi antara lain sebagai berikut:
- Menurut Stoner
Adalah suatu pola hubungan-hubungan
melalui mana orang-orang dibawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
-
Menurut
Stephen P. Robbins
Adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
-
Menurut
James D. Mooney
Adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
-
Menurut
Chester I. Bernard
Adalah suatu sistem aktivitas kerja
sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
-
Menurut
Drs. H. Malayu S,P, Hasibuan
Adalah sebagai proses penentuan,
pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk
mencapai tujuan bersama.
- Menurut Max Weber
Adalah suatu kerangka hubungan
terstruktur yang didalmnya terdapat wewenang, dan tanggung jawab serta
pembagian kerja menjalankan sesuatu fungsi tertentu.
2.2
Pentingnya Mengenal Organisasi
-
Terciptanya
hubungan yang baik antar anggota.
- Setiap
anggota telah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
-
Spesialisasi
dalam melaksanakan tugas.
2.3
Bentuk-Bentuk Organisasi
Berdasarkan
strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1.
Organisasi
garis
Merupakan
bentuk organisasi tertua, dan paling sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan
sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi didalam
perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsungdengan bawahannya. Di
sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimipin serta
pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke bawah dengan
pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.
2.
Organisasi
garis dan staf
Dalam
organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan
organisasi itu, yaitu :
- Orang yang melaksanakan tugas pokok
organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau
lini.
- Orang yang melakukan tugasnya
berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk
memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut
staf.
3.
Organisasi
fungsional
Merupakan
suatu organisasi yang berdasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada
spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak
terlalu menekan hilarki sturtural, tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang
perlu dijalankan. Dalam organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa
instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada
masing-masing pejabat yang bersangkutan.
4.
Organisasi
komite/panitia
Cara
yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari kelompok orang adalah dengan
membentuk satu kelompok tetap yang disebut komite. Komite adalah suatu badan
yang terdiri dari sekumpulan orang yang diberi kekuasaan tertentu dan dengan
berunding mereka dapat membuat keputusan bersama-sama. Dengan adanya komite,
diharapkan dapat menghilangkan iri hati atau pertentangan diantara anggota
kelompok dan dapat dihindari hambatan-hambatan yang timbul akibat adanya
perintah perintah yang simpang siur antara pimpinan.
2.4
Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk menciptakan
efisiensi dan efektivitas struktur organisasi. Dengan kata lain,
prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar
manajemen menyebutkan, statement khusus terkait dengan prinsip organisasi dalam
manajemen. Beberapa prinsip organisasi itu antara lain :
-
Kesatuan
Tujuan.
-
Divisi
Kerja dan Spesialisasi.
-
Delegasi
Kewenangan/
-
Koordinasi.
-
Kesatuan
Komando.
-
Fleksibilitas.
-
Sederhana.
-
Rentang
Kendali.
-
Chain of Command.
-
Prinsip
Pengecualian.
-
Wewenang
dan Tanggung Jawab.
-
Efisiensi.
-
Keseimbangan
yang Wajar.
-
Pemisahan
fungsi lini dan staf.
2.5
Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan yang harus dimiliki pada setiap manajer
berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan
kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih
memerlukan ketrampilan teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan
lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana ketrampilan
ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.
2.6
Sebab
Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
Penyebab keberhasilan suatu
organisasi antara lain:
-
Faktor
Manusia
Manusia
dianugerahi cipta, rasa dan karsa yang membuat manusia selalu berfikir dan
produktif untuk menciptakan suatu karya yang dapat berguna bagi orang lain atau
konsumen didukung dengan sikap wirausahawan tidak mudah putus asa, pantang
menyerah, berani mengambil resiko dan komitmen yang kuat maka organisasi yang
dijalankan akan berhasil.
-
Faktor
Manajemen
Manajemen
merupakan proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui
rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian
orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.
-
Faktor
Perencanaan
Perencanaan
meliputi jeni produk, jumlah produk, jumlah karyawan, modal yang dibutuhkan,
dan cara serta daerah pemasaran produk.
Penyebab kegagalan suatu
organisasi antara lain adalah sebagai berikut:
- Kurangnya
kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman
ketika menjalankan strategi perusahaan.
-
Kurangnya
pemahaman bidang usaha yang diambil karena tidak dapat memvisualisasikan dengan
jelas usaha yang akan digeluti.
- Kurangnya
kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan (modal dan kendali kredit)
- Gagal
dalam perencanaan
- Tempat
usaha dan lokasi yang kurang memadai
- Kurangnya
pemahaman dalam pengadaan, pemeliharaan, dan pengawasan bahan baku dan sarana peralatan
-
Ketidakmampuan
dalam melakukan peralihan atau transisi perubahan teknologi
-
Hambatan
birokrasi
-
Keuntungan
yang tidak mencukupi
-
Tidak
adanya produk yang baru
Sumber:
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-manajemen-fungsi-prinsip.html
http://www.organisasi.org/1970/01/macam-jenis-peranan-manajemen-peran-manajer-dalam-organisasi-perusahaan-ekonomi-manajemen.html
https://www.scribd.com/doc/53942453/Pengantar-Manajemen-Sejarah-Manajemen-bab-2
http://julysyawaladi.blogspot.co.id/2011/09/proses-dan-fungsi-manajemen.html
http://rozikinblog.blogspot.co.id/2012/10/ciri-ciri-manager-profesional.html
http://zahiraccounting.com/id/blog/ketrampilan-manajemen-yang-dibutuhkan/
http://www.artikelsiana.com/2015/04/pengertian-organisasi-tujuan-ciri-ciri-manfat-unsur-unsur-organisasi.html
http://top-studies.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-dan-peranan-manajemen.html
https://wakhinuddin.wordpress.com/2013/10/22/bentuk-bentuk-organisasi/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar